Rabu, 17 Juni 2009

Orang Bodoh Gampang Dirayu Syetan

Manusia memiliki musuh bebuyutan yang namanya syetan. Ketika syetan diusir dari neraka mereka sudah memproklamirkan diri akan ajak-ajak manusia agar mengikutinya ke jalan neraka. Seyogyanya, seorang hamba bersungguh-sungguh menolak bisikan dan godaan syetan di dalam dirinya. Karena Allah SWT sudah mengingatkan melalui firmanNya:

Innassyaithoona lakum ‘aduwwun, fattakhidzuuhu ‘aduwwan

Sesungguhnya syetan adalah musuh bagi kalian maka jadikanlah syetan itu sebagai musuh.

Ingatlah, bahwa syetan akan terus menerus mencari teman ke neraka. Syetan menggoda manusia melalui kemaksiatan yang dihiasi dengan berbagi kesenangan dan kenikmatan yang bisa menjerumuskan kebanyakan manusia. Oleh karena itu kita harus mengerti dan jangan jadi orang-orang yang bodoh. Sebab orang bodoh gampang dikibuli syetan.

Tanda-tanda orang bodoh itu ada empat.

Pertama, suka marah-marah yang tidak jelas sebabnya.

Kedua, suka nuruti kemauan nafsu yang bathil.

Ketiga, menafkahkan hartanya dengan cara yang tidak dibenarkan syara', suka menghambur-hamburkan harta yang tidak jelas manfaatnya, apalagi digunakan untuk maksiat.

Keempat, tidak sadar kalau musuh yang sebenarnya adalah syetan.

Oleh karena itu hendaknya kita sebagai orang yang berakal menyadari dengan benar bahwa syetan itu musuh kita. Mari kita mengikuti kebenaran dan jangan mengikuti musuh kita. Tengoklah hati kita. Bukankah ternyata lebih sering mengikuti bisikan dan perintah syetan daripada mengikuti perintah Allah?

Sebagian ahli hikmah mengatakan:

"ketahuilah bahwa syetan itu mendatangi manusia melalui sepuluh pintu".

Kesepuluh pintu yang dimasuki syetan itu adalah:

1. syetan akan masuk melalui pintu suudzon (berburuk sangka)
2. syetan akam masuk melalui pintu panjang angan-angan
3. syetan akan masuk melalui pintu memperoleh nikmat
4. syetan akan masuk melalui pintu ‘ujub (membanggakan diri)
5. syetan akan masuk melalui pintu meremehkan orang lain
6. syetan akan masuk melalui pintu hasud
7. syetan akan masuk melalui pintu riya' (ingin dipuji orang)
8. syetan akan masuk melalui pintu bakhil (kikir)
9. syetan akan masul melalui pintu sombong
10. syetan akan masuk melalui pintu tamak (serakah).

Kalau syetan berhasil mendekati kita, maka syetan akan berusaha masuk di hati kita. Nah, kalau ia sudah berhasil masuk, maka ia akan bersembunyi di hati kita.

Oleh karena itu jangan biarkan ia bersembunyi. Usirlah dia! Caranya dengan memperbanyak dzikir (ingat) kepada Allah SWT.

Sebab, kalau hati kita sudah dikuasai syetan maka ia telah berhasil menjadikan kita temannya. Berarti kita telah menjadikan syetan sebagai pemimpin bagi hati kita. Na'udzubillah.

Ingatlah peringatan Allah dalam Al Qur'an:

"Hai anak adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syetan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu (Nabi Adam dan Ibu Hawa) dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihatmu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syetan-syetan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman" (QS. Al A'raaf:27)

Mudah-mudahan kita diberi kekuatan oleh Allah untuk melawan godaan syetan.

KH. Masduqi Machfudh

Rajab Bulan Penuh Kemulyaan

Tak terasa hampir 15 hari kita melewati bulan Rajab. Bulan rajab adalah bulan yang sangat mulia dan agung, penuh barokah dan hikmah, ibadah pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, doa-doa diijabah, dan pintu taubat dibuka lebar-lebar siap menerima siapapun juga yang hendak bertaubat kepada Allah. Seperti diriwayatkan oleh Al imam Ibnu ‘Asakir dari Abu Umamah RA bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda (yang artinya):

"Ada lima malam yang tidak akan ditolak doa-doa di dalamnya, malam pertama bulan rajab, malam pertengahan sya'ban (nisfu sya'ban), malam jumat, malam idul fitri dan malam idul adha".

Dan cukup kiranya sebagai kemuliaan bulan ini di mana Allah Ta'ala menjadikannya salah satu dari empat bulan yang dinamakan Asyhurul Hurum (bulan yang terhormat). Sebagaimana dalam Al Quran Allah berfirman (yang artinya):

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (mulya). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. (QS. At Taubah 36)

Mengenai Asyhurul Hurum ini Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan kepada kita bahwa empat bulan tersebut adalah Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Seperti dalam riwayat Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu Bakrah RA.

Bahkan sebagian Ulama berpendapat bahwa dari keempat bulan ini yang paling utama adalah bulan Rajab, sementara yang lain berpendapat bulan Muharram.

Sahabat Ibnu Abbas RA mengatakan tentang kemulyaan empat bulan ini:

"Allah telah mengkhususkan empat bulan, dimana Allah menjadikannya penuh kemulyaan, dosa-dosa di bulan ini lebih besar daripada bulan lainnya, begitu pula amal sholeh dan pahala".

Bahkan Nabi Muhammad SAW menunjukkan kemulyaan bulan Rajab ini dengan menyandarkannnya kepada Allah SWT, dimana beliau bersabda:

"Rajab adalah Bulannya Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku". (HR. Abul Fath bin Abil Fawaris dari Hasan al Bashri, hadits mursal)

Tidaklah sesuatu disandarkan kepada Allah kecuali pasti itu adalah sesuatu yang sangat mulya dan di dalamnya tersimpan rahasia dan keberkahan. Maka dari sinilah kemudian banyak Ulama memberi nama bulan ini sesuai dengan maqam, dan keluasaan daya talar ilmu dan pemikiran mereka masing-masing, sebagian berkata bahwa bulan Rajab adalah bulan Istighfar, artinya bulan yang sangat layak bagi umat untuk memperbanyak istighfar dan taubat di dalamnya, sebagian berkata Rajab adalah bulan Rahmah, artinya bulan yang penuh dengan Rahmat Allah SWT, yang lain berpendapat Rajab adalah bulan ar Rajm, artinya bulan yang didalamnya dirajm (dijauhkan) musuh dan syaitan dari para Auliya' dan sholihin.

Sebagian yang lain mengatakan bahwa Rajab adalah bulan penanaman benih, Sya'ban bulan untuk menyirami benih tersebut dan Ramadhan adalah bulan untuk menuai (memetik) hasil dari tanaman yang tumbuh dari benih itu. Ketahuilah bahwa benih yang dimaksud disini adalah amal sholeh.

Sebagian yang lain mengatakan rajab adalah Mausimut Tijaarah (saat untuk berdagang), maksudnya adalah bulan untuk kita memperbanyak keuntungan dengan bermu'amalah bersama Allah SWT, yakni dengan beribadah, membersihkan hati dan membenahi jiwa. Ragam apapun ibadah tersebut, seperti solat, dzikir, sholawat, bersodaqah, berbuat baik kepada saudara seiman, membaca Al Quran dan termasuk menghadiri majelis ilmu. Yang penting kita berusaha makin bertambah umur, makin bertambah dekat kepada Allah.

Inilah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan begitu saja, memang kadang manusia tidak sadar, berapa banyak umurnya berlalu sia-sia untuk sesuatu yang sia-sia, bukankah setiap nafas dan setiap detik dari umurnya akan dipertanyakan oleh Allah SWT ?

Dari sekian banyak kemulyaan yang disandang oleh bulan Rajab ini, disana ada keistimewaan yang tidak ada tandingannya yang tidak bisa dinilai keagungannya, yaitu pada bulan ini pula terjadi peristiwa Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW, yaitu pada malam 27 Rajab, memang ada yang berpendapat bulan Rabiul Awwal atau Rabiuts Tsani, adapun tahunnya Al Imam Az Zuhri, ‘Urwah bin Zubeir dan Ibnu sa'ad serta sebagian besar ahli siroh (sejarah) mengatakan bahwa Isra' Mi'raj ini terjadi setahun sebelum beliau SAW hijrah ke Madinah al Munawwarah.

Ini adalah suatu perjalanan luar biasa di luar kemampuan manusia biasa, peristiwa yang tidak akan pernah terjadi selain kepada Rasulullah SAW, peristiwa berjumpanya sang kekasih dengan kekasihnya. Dengan perjalanan ini Allah SWT ingin menunjukkan kebesaran dan keagunganNya kepada sang Nabi yang mulya ini, begitu pula Dia berkenan memperkenalkan dan menunjukkan keagungan Nabi Muhammad kepada seantero alam, seluruh penduduk langit dan bumi. Sehingga setiap Nabi dan Rasul serta malaikat yang berjumpa dengan beliau mengucapkan salam perhormatan.

Inilah perjalanan yang penuh berkah dan hikmah yang sudah Allah tentukan hanya untuk Nabi Muhammad SAW, lidah tidak akan mampu mengungkapkan secara detail peristiwa ini, pena tidak mampu menulis seluruh keajaiban yang terjadi disana, sekalipun banyak para Imam dan Ulama berkarya untuk mengungkapkan peristiwa mulya ini yang tentunya berdasarkan hadits-hadits dan atsar, namun tidak satupun mampu mencakup semuanya secara mendetail dan terperinci serta mengungkap rahasia-rahasia yang tersimpan dalam semua itu. Hanya Allah Ta'ala yang mengetahuinya.

Berkenaan dengan Isra' Mi'raj ini Allah SWT berfirman dalam Al Quran (yang artinya):

Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al Israa' ayat 1)

Begitupula banyak sekali riwayat dari Rasullullah SAW dimana beliau sendiri menjelaskan dan menceritakan peristiwa ini di hadapan para sahabat, hadits-hadits itu disebutkan oleh para Imam Hadits maupun Tafsir dalam kitab-kitab mereka, diantaranya al Imam al Bukhori, Muslim, Ahmad bin Hambal, at Tirmidzi, an Nasai, al Baihaqi, Ibnu Jarir at Thabari dan lainnya.

Dan Isra' Mi'raj ini telah diriwayatkan dari kelompok besar sahabat Rasulullah SAW, diantaranya Abu Hurairah, Abu Dzar, Ibnu Mas'ud, Ibnu ‘Abbas, Abu Sa'id al Khudry, Syaddad bin Aus, Ubay bin Ka'ab dan lainnya, maka dari sinilah kemudian para Imam berpendapat keterangan atau riwayat yang datang dalam rangka menjelaskan peristiwa ini adalah riwayat Mutawaatirah, artinya barang siapa yang mengingkarinya maka kafirlah orang tersebut, sebab selain status haditsnya adalah hadits mutawatir di samping itu peristiwa ini tergolong ‘ulima minad diin bidh dhorurah, artinya diketahui secara umum oleh seluruh lapisan umat dan tidak tersembunyi.

Dan perlu diketahui bahwa Ulama dan Muhaqqiqun bersepakat bahwa Isra' Mi'raj ini dilakukan dalam keadaan terjaga atau nyata, bukan dalam mimpi seperti dikatakan sebagian orang, dan Nabi Muhammad Isra' Mi'raj dengan jasad dan ruh beliau. Dan dalam Mi'raj itu beliau SAW berjumpa dan melihat Allah Ta'ala dan berbicara denganNya, tanpa kita bertanya bagaimana bahasaNya dan bagaimana caranya, kita hanya wajib beriman akan hal itu tanpa bertanya sesuatu yang bukan urusan kita. Allah dan RasulNya lebih tahu hal tersebut.

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq bahwa Marwan bertanya kepada Abu Hurairah RA,:

"Apakah Nabi Muhammad melihat Rabbnya",

Beliau menjawab: "Ya".

Bahkan Al Hasan Al Bashri bersumpah dengan nama Allah bahwa Nabi Muhammad benar-benar melihat Allah SWT dalam Mi'raj itu.

Insya Allah pada edisi berikutnya kita akan menukil beberapa riwayat dari kitab-kitab hadits mapun sirah Nabawiyah yang menyebutkan perjalanan yang mulya dan agung ini, tentunya dengan penjelasan ‘ibrah (pelajaran) dan hikmah yang dapat diambil dari peristiwa itu sendiri. Wallahu A'lam.

Dinukil dari kitab as Sirah an Nabawiyah (DR. Muhammad Abu Syahbah), Dzikrayat wa Munasabat (DR.As Sayyid Muhammad bin Alawy al Hasany), Kanzun Najah was Surur (As Syeikh ‘Abdul Hamid Kudus), Mujazul Kalam (As Syeikh Muhammad bin Ali ad Du'any).

Utamakan Shalat Fardlu-mu!

Ibadah yang paling sakral dan vital adalah Shalat. Salah satu buktinya, untuk pensyariatannya saja Allah “merasa” perlu mengundang Nabi Muhammad ke tempat dimana tak seorangpun boleh masuk termasuk Jibril AS. Padahal untuk hal-hal yang lain Allah mencukupkan dengan mengutus Malaikat Jibril AS agar menyampaikan kepada Rasulullah SAW.

Secara khusus pula Allah menyampaikan dalam al Quran surat Thoha ayat 14
وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Dirikanlah Sholat untuk mengingatku.

Namun demikian ada saja orang yang menafsirkan ayat tersebut dengan menyatakan yang penting ingat Allah, bahkan secara serampangan mengatakan lebih baik ingat Allah meski tidak shalat dibanding shalat tetapi tidak ingat Allah. Pernyataan ini sungguh salah besar, karena bukti seseorang mengingat Allah adalah dengan apa yang dia lakukan dari praktek shalat. Menafsiri arti DzikruLlah, kitab Murah Labid menyatakan :
المراد بالذكر نفس الصلاة.

Yang dimaksud dengan dzikir adalah praktek sholat itu sendiri.

Dari tafsir diatas dapat dipahami pula bahwa seseorang tidak bisa dianggap ingat Allah apabila meninggalkan shalat, termasuk mereka yang menggunakan media lain selain shalat, seperti semedi atau meditasi.

Mungkin tidak sedikit orang yang mengira merasa sudah sempurna ibadahnya ketika telah menjalankan ibadah Haji, tanpa melihat kualitas shalatnya yang selama ini dijalani. Padahal untuk mencapai kemabruran sebuah ibadah haji dibutuhkan kemampuan menjauhi larangan Allah, sebagaimana sabda Rasulullah :
من حج هذا البيت فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه

Barangsiapa menjalankan ibadah haji di baituLlah ini, dan tidak melakukan rafats (berkata/berlaku kotor) dan tidak fusuq (durhaka/menjalani perilaku fasik), maka ia kembali suci dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya.

Kalimat suci dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya inilah yang dimaksudkan sebagai pahala haji mabrur. Sementara rafats dan fusuq adalah perilaku mungkarat yang diperintah Allah untuk dijauhi dan ditinggalkan.

Sementara diantara rukun Islam yang lima, hanya shalatlah yang disebutkan dalam al Quran surat al Ankabut ayat 45 mampu menjauhkan dan mencegah seseorang dari perilaku rafats dan fusuq
إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar.

Mengenai keadaan seseorang yang selalu menjalankan shalat tetapi ternyata masih saja perilakunya tidak baik, Rasulullah sebagaimana dijelaskankan dalam kitab Tafsir Ibn Katsir menjawab pertanyaan para sahabat tentang tafsir dari sebuah ayat, dengan menyatakan bahwa shalat yang tidak membuat orang yang menjalankan menjauhi perilaku yang tidak baik maka dia seperti belum menjalankan shalat alias shalatnya belum diterima.
حدثنا الحسن عن عمران بن حصين قال: سئل النبي صلى الله عليه وسلّم عن قول الله: {ٱتْلُ مَآ أُوْحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ} قال: من لم تنهه صلاته عن الفحشاء والمنكر فلا صلاة له.

Meriwayatkan hadits kepadaku, al Hasan dari Imran Ibn Hasin dia berkata: RasuluLlah ditanya tentang ayat…(bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu al kitab……al ankabut 45) RasuluLlah menjawab: barangsiapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari perilaku keji dan mungkar maka tiada shalat baginya.

Dalam riwayat yang lain disebutkan:
من رواية عمران وابن عباس مرفوعاً «من لم تنهه صلاته عن الفحشاء والمنكر، لم تزده من الله إلا بعداً

Dari riwayat Imran dan Ibn Abbas sebagai hadits marfu’: Barangsiapa yang shalatnya belum mencegahnya dari perilaku keji dan munkar maka di hadapan Allah dia tidak bertambah apapun kecuali semakin jauh.

Karena itu rasanya mustahil bila seseorang yang shalatnya masih terganggu dapat menuai haji mabrur atau menyempurnakan ibadah yang lain dengan baik. Shalat merupakan parameter baik buruknya segala macam amal ibadah seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah :
ورواه الطبراني بسند جيد عن عبد بن قرط بلفظ أول ما يحاسب به العبد الصلاة ينظر الله في صلاته فإن صلحت صلح سائر عمله وإن فسدت فسدت سائر عمله. كشف الخفاء. حرف الهمزة

Meriwayatkan Hadits ini, Imam Tabrani dengan sanad yang baik dari Abd Ibn Qurd dengan kalimat; Amal seorang hamba yang pertama yang dihisab (dihitung amalnya oleh Allah) adalah Shalat, Allah melihat shalat seorang hamba, apabila shalatnya baik, maka baiklah amal-amal yang lain, apabila shalatnya tidak baik/cela, maka tidak baiklah amal yang lainnya. Kitab Kasful Khofa’. Huruf Hamzah.

Begitu pentingnya shalat terutama shalat fardlu bagi kita, kita dianjurkan untuk menambal segala kekurangan dan ketidaksempurnaan shalat yang kita jalani dengan menjalankan shalat sunnah. RasuluLlah bersabda :
عن أبي هريرة قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلّم يقول: «إن أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة المكتوبة، فإن أتمها وإلا قيل انظروا هل له من تطوع، فإن كان له تطوع أكملت الفريضة من تطوعه. ثم يفعل بسائر الأعمال المفروضة مثل ذلك»

Dari Abu Hurairah, berkata: saya mendengar RasuluLlah SAW bersabda: Sesungguhnya Amal seorang hamba yang pertama dihisab pada hari kiamat adalah shalat lima waktu, Kalau sempurna (maka dicatat sempurna) kalau tidak maka dikatakan; lihatlah apakah dia menjalankan ibadah sunnah, apabila dia menjalankan ibadah shalat sunnah maka sempurnalah kefardluannya tersebab ibadah sunnahnya. Kemudian diperlakukan seluruh amal lainnya yang fardlu seperti itu.

Begitu vitalnya ibadah shalat bagi orang Islam, hingga dalam tafsir an Nasafi Juz 1 halaman 39 disebutkan bahwa RasuluLlah menyebut shalat sebagai tiang agama dan menjadikannya pemisah bagi orang Islam dan kafir.

Kiranya Dalil-dalil diatas cukuplah memompa diri kita sebagai seorang muslim selalu memperbaiki mutu shalat kita dengan selalu mempelajari hukum-hukum yang terkait dengan ibadah shalat dan hal-hal yang menggerakkan hati kita ikut bersujud seiring sujudnya jasad kita. Amien.

Habib Husein ibn Alwy ibn Aqiel

Berdirilah di barisan Ulama

Bila dulu kita sering mendengar puji-pujian sebelum sholat atau sekarang sudah dilagukan yang berjudul Tombo Ati, (Obat Hati) yang lima, agar kita mendapat obat hati, haruslah berusaha berkumpul dengan orang-orang shaleh.

Perintah dari puji-pujian yang merupakan terjemahan dari pernyataan Sheikh Ibrahim al Khowas tersebut, merupakan perwujudan dari firman Allah dalam surat al Zumar ayat 71-74 yang menceritakan bahwa di hari akhir nanti masing-masing dari kita akan dimasukkan surga atau neraka sesuai dengan golongan-golongan yang disukainya
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَٟبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌۭ مِّنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ ءَايَٟتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٟذَا ۚ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَلَٟكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ ٱلْعَذَابِ عَلَى ٱلْكَٟفِرِينَ ﴿٧١﴾ قِيلَ ٱدْخُلُوٓا۟ أَبْوَٟبَ جَهَنَّمَ خَٟلِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ ﴿٧٢﴾

71. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan Pertemuan dengan hari ini?" mereka menjawab: "Benar (telah datang)". tetapi telah pasti Berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.

72. Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٟبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٟمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٟلِدِينَ ﴿٧٣﴾ وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى صَدَقَنَا وَعْدَهُۥ وَأَوْرَثَنَا ٱلْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَآءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٟمِلِينَ ﴿٧٤﴾

73. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".

74. Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada Kami dan telah (memberi) kepada Kami tempat ini sedang Kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang Kami kehendaki; Maka syurga Itulah Sebaik-baik Balasan bagi orang-orang yang beramal".

Menegaskan ayat di atas, Tafsir Ibn Arabi menyitir Hadits Rasulullah:
المرء يحشر مع من أحبّ

Seseorang akan dikumpulkan beserta orang-orang yang dicintainya.

Apapun status kita di hadapan Allah, upaya kita untuk berusaha berkumpul dan mencintai orang-orang shaleh dan para ulama, akan menjadi doa di hadapan Allah agar kita di hari pembalasan nanti dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai para ulama salaf shalih meskipun amal ibadah kita tidak sebanding dengan mereka. Karena itu kami menyeru kepada semua ummat muslim untuk berdiri di barisan para ulama shalihin yang senantiasa ikhlas berdakwah di jalan Allah.

KH. Masduqi Machfudz

Berdirilah di barisan Ulama

Bila dulu kita sering mendengar puji-pujian sebelum sholat atau sekarang sudah dilagukan yang berjudul Tombo Ati, (Obat Hati) yang lima, agar kita mendapat obat hati, haruslah berusaha berkumpul dengan orang-orang shaleh.

Perintah dari puji-pujian yang merupakan terjemahan dari pernyataan Sheikh Ibrahim al Khowas tersebut, merupakan perwujudan dari firman Allah dalam surat al Zumar ayat 71-74 yang menceritakan bahwa di hari akhir nanti masing-masing dari kita akan dimasukkan surga atau neraka sesuai dengan golongan-golongan yang disukainya
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَٟبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌۭ مِّنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ ءَايَٟتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٟذَا ۚ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَلَٟكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ ٱلْعَذَابِ عَلَى ٱلْكَٟفِرِينَ ﴿٧١﴾ قِيلَ ٱدْخُلُوٓا۟ أَبْوَٟبَ جَهَنَّمَ خَٟلِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ ﴿٧٢﴾

71. Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan Pertemuan dengan hari ini?" mereka menjawab: "Benar (telah datang)". tetapi telah pasti Berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.

72. Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٟبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٟمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٟلِدِينَ ﴿٧٣﴾ وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى صَدَقَنَا وَعْدَهُۥ وَأَوْرَثَنَا ٱلْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَآءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٟمِلِينَ ﴿٧٤﴾

73. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".

74. Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada Kami dan telah (memberi) kepada Kami tempat ini sedang Kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang Kami kehendaki; Maka syurga Itulah Sebaik-baik Balasan bagi orang-orang yang beramal".

Menegaskan ayat di atas, Tafsir Ibn Arabi menyitir Hadits Rasulullah:
المرء يحشر مع من أحبّ

Seseorang akan dikumpulkan beserta orang-orang yang dicintainya.

Apapun status kita di hadapan Allah, upaya kita untuk berusaha berkumpul dan mencintai orang-orang shaleh dan para ulama, akan menjadi doa di hadapan Allah agar kita di hari pembalasan nanti dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai para ulama salaf shalih meskipun amal ibadah kita tidak sebanding dengan mereka. Karena itu kami menyeru kepada semua ummat muslim untuk berdiri di barisan para ulama shalihin yang senantiasa ikhlas berdakwah di jalan Allah.

KH. Masduqi Machfudz

Rabu, 27 Mei 2009

KPK Geledah Rumah Mantan Dirut Bank Jabar

Liputan6.com, Jakarta: Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah mantan Direktur Utama Bank Jabar, Umar Syaifuddin. "Tim KPK sudah berangkat. Ini untuk melengkapi alat bukti," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Rabu (27/5).

Johan menjelaskan, penggeledahan terkait dugaan korupsi di Bank Jabar. Dalam kasus itu, Umar sudah berstatus tersangka. Rencananya, penggeledahan dilakukan di rumah Umar di Jalan Batununggal Indah Nomor 8 Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, kata Johan, tim KPK juga akan menggeledah rumah milik Heri Ahmad di Jalan Kidang Pananjung, Bandung, dan kediaman Entin Kartini di kawasan Cimahi dan Dago. Namun, hingga kini belum ada informasi tentang identitas lengkap Heri Ahmad dan Entin Kartini, serta kaitan mereka dengan kasus dugaan korupsi Bank Jabar.

Dugaan korupsi Bank Jabar terjadi pada 2003-2004. Umar diduga melakukan penarikan biaya setoran modal dan biaya setoran pajak di 33 cabang Bank Jabar dan Banten untuk keperluan pribadi. Akibat perbuatan itu, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp 37 miliar.(ANS/ANTARA/VIN)

Selasa, 26 Mei 2009

Pemakaman Umum Desa Sadeng (Kaum)

Taman Pemakaman Umum Desa Sadeng (Kaum)

Taman pemakaman Umum dan Keluarga, diantaranya ada Makam Mbah Buka, keturunan Mbah Abu.
Salah satu keturunan Mbah Buka adalah KH. Mama Bakri pendiri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Sadeng, sekarang (2009) dipimpin oleh salah satu cucunya KH. Khodamul Quddus

Category: park Not approved
Address: Jl. Mama Bakri, Sadeng, Leuwisadeng